Perjalanan Pulang

Berpuluh tahun berada di negeri orang, meraup rejeki untuk mewujudkan impian tapi belakangan malah membuatku takut pulang.
Terbentur Dilema..begitulah jawaban klise rata-rata ketika pertanyaan "kapan pulang.."diajukan. Awal perjalanan merantau kenegeri orang, jujur untuk mendapatkan penghasilan lebih, yang nantinya kuperuntukkan memperbaiki kehidupan.

Pertama, aku ingin bisa memberi lebih pada kedua orangtuaku sehingga mereka bisa menikmati masa tua dengan kemudahan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kedua, aku ingin punya tabungan yang sungguh tidak bisa kudapatkan meski dengan bekerja keras dinegeri...ku tercinta.

Ketiga, aku ingin punya rumah dan kendaraan pribadi, hasil keringatku sendiri. Kelihatannya berlebihan, itu semua duniawi, tapi itupun manusiawi.

Tapi ya Allah..
setelah puluhan tahun terlewati kenapa kebutuhan ini terus bertambah?,
apakah karena aku tidak juga bisa mensyukuri semua yang ada?
sampai kapan dedikasi kerjaku yang bernilai lebih bisa ku abdikan untuk negeri? kapan pula saatnya kuberbakti pada orangtua 
yang tidak hanya berbentuk materi? 

Saatnya mengambil keputusan, mantapkan hati hamba ya Allah untuk melangkah pulang, tuntun hamba selalu dijalan lurus-Mu.
"Tapi the show must go on, kebutuhan hidupmu masih terlalu banyak..."" 
terdengar lagi rayuan dunia yang menyurutkan langkah..........

Bismillah..Alhamdulillah...kini kutahu jawabnya :

 ""Allah tidak akan pernah keliru atau salah dalam memberimu rejeki.....""
(Ummu Rafi) 

Share this:

Posting Komentar

Total Pengunjung

 
Copyright © Al Husna Kuwait. Designed by OddThemes & Best Wordpress Themes 2018