Ilmu Nahwu dan Sharaf

Perlu di ketahui bahwa ilmu Nahwu dan  Sharaf merupakan ilmu yang begitu fenomenal dalam bahasa arab. Betapa tidak, ilmu yang dengannya kita dapat memahami bahasa arab dengan benar. Karena kalimat dalam bahasa arab tidak dapat dipahami kecuali dengan perantara ilmu nahwu dan sharaf.
Ilmu nahwu dan Ilmu sharaf sangat berkaitan, ketika disebut nahwu maka sharaf ikut disebut dan sebaliknya.  Perbedaan antara Ilmu Nahwu dan Ilmu sharaf :

Perbedaan antara Ilmu Nahwu dan Ilmu sharaf :

* Nahwu adalah ilmu tentang pokok, yang bisa diketahui dengannya tentang harkat (baris) akhir dari suatu kalimat baik secara i'rab atau mabniy.

 Contoh:  جَاءَ رَجُلٌ ـ رَأَيْتُ رَجُلاً ـ مَرَرْتُ بِرَجُلٍ

(lihat baris akhir di kata رَجُل   berubah sesuai tempat dan maknanya)

* Sharaf adalah perubahan bentuk kata dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, misalnya, dalam bahasa indonesia, kita bisa menggunakan kata teman, berteman, pertemanan, menemani, ditemani.. maka begitu juga dengan bahasa arab, dan ilmu sharaf lah yang membahas masalah seperti itu...

Contoh:  كَتَبَ-  كَاتِبٌ - مَكْتُوبٌ   yang artinya ( telah menulis_ penulis_ tertulis )

Ada pepatah:  (SHARAF ibu segala ilmu dan NAHWU bapaknya)


الكَلِمَة))      
Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.

Pembagian kata :

1# اسْمٌ    Isim                 2# فِعْلٌ    Fi'il            3# حَرْفُ    Harf atau Huruf

*Isim adalah: kalimah (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan tidak disertai dengan pengertian zaman ( Dengan kata lain, Isim ialah kata benda )  Contoh: زَيْدٌ :  Zaid ( Nama orang)  كِتَاب :   Kitab (buku)

*Fi'il adalah: kalimah (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan di-sertai dengan pengertian zaman ( De-ngan kata lain fiíl ialah kata kerja )   Contoh:  أَكَلَ :     sudah makan 
يَقْرَأ :                    sedang membaca

*Harf atau Huruf adalah : kalimah (kata)  yang menunjukkan makna apabila di gabungkan dengan kalimah lainnya,

maksudnya kalimah yang dapat menunjukkan makna apabila dirangkaikan de ngan kalimah yang lainnya, tidak dapat berdiri sendiri, Dengan kata lain huruf adalah kata depan.

contoh: مِنْ :   Dari               إِلَى :   Ke

          كَيْفَ:   Bagaimana ,dan sebagainya.

(Ummu Sumayya)

Share this:

Posting Komentar

Total Pengunjung

 
Copyright © Al Husna Kuwait. Designed by OddThemes & Best Wordpress Themes 2018